Menurut perkiraan saya, provider agak enggan mensuply stok kepada server karena server menggunakan hanya sedikit chip dgn order stok berjumlah besar. Kemungkinan provider ingin menggunakan reseller sebagai konsumen nomor perdananya, artinya semakin banyak reseller berarti semakin banyak perdana yg aktif.
Sebenarnya sudah lama saya melihat gejala ini. Beberapa tahun yang lalu ketika jumlah counter pulsa masih sedikit, pulsa di counter saya laku keras (manual, tanpa server). Lalu tiba2 dealer menelpon dan mengatakan bahwa penjualan saya hampir mencapai 500 unit, oleh karena itu mereka akan memblokir chip saya, karena kalau penjualan melebihi 500 unit maka chip akan dianggap tidak aktif, dan itu artinya kerugian bagi dealer (mungkin akan menyebabkan mereka kehilangan bonus atau seperti itu). Jadi sisa minggu itu saya tdk bisa lagi menjual pulsa. (Saya cuma pakai satu chip, tidak memikirkan utk menambah chip, karena butuh uang cukup banyak utk beli hp lagi).
Karena kejadian chip diblokir itu seingat saya cuma terjadi dua atau tiga kali, maka saya tidak terlalu memikirkannya. Mungkin juga karena penjualan saya terus menurun, berhubung makin banyak reseller baru yang bermunculan bagai jamur di musim hujan.
Kesimpulan saya, provider rupanya mengatur agar reseller harus tetap kecil, tdk boleh jadi besar. Batas maksimal keuntungan reseler per minggu dibatasi oleh provider, berarti reseller tdk boleh jadi kaya karena jual pulsa, harus tetap miskin.
Sekarang saya pakai server, bisa pakai banyak chip yang dipasang di hp murah sekelas C55. Tapi kelihatannya peraturan provider semakin keras, bahkan semakin terang2an menentang keberadaan server, dengan berkata, "Oh, kalau untuk server harganya beda, dan order tidak boleh banyak2." Jadi cara menjual diatur juga. Entah apa lagi yang bakal diatur. Sekarang saya tinggal menunggu, apaakh server saya bisa tetap jalan. Tapi kalau sampai server saya macet, saya berkeputusan utk berhenti total dari urusan pulsa, karena percuma segala kerja keras, kalau penghasilan saya selalu dilimit oleh provider. Masih banyak kerjaan lain yang lebih menguntungkan dan tidak dipusingkan dgn urusan menghitung stok atau perasaan was2 kehabisan stok, tidak bisa dapat stok, alokasi jatuh pada hari libur dan lain-lain.