wah..! ini topik yang menarik, MANTAPPPP kayak jejaring sosial FACEBOOK,
APA YANG ANDA PIKIRKAN???

PISS GAN..!
beberapa coment para tokoh2 yang POST diatas sangat IDEAL, untuk beberapa kondisi yang mungkin tidak ideal, sedikit coment dulu y BOZZ, jangan marah yaa..!
1. Sabar
RS H2H tentu RS yang memiliki server juga, jadi diakui atau tidak pasti pernah mengalami permasalahan yang sama, masalah koneksi, software, hardware, stok, gangguan provider dan lain-lain.
Jadi walau kedudukannya sebagai penyedia stok, belum tentu keadaanya sempurna
kadang ukuran sabar menjadi berbeda, SUPPLAER memiliki banyak RS H2H dari berbagi kalangan, berbagai kota dengan latar belakang yang tidak sama. Indikator sabar itu yang mana?? di ukur dengan waktu atau memberi pilihan??? contoh kasus pulsa belum masuk, apakah sabar itu harus menunggu?? berapa lama?? 24 jam?? ato lebih? ini yang kadang memicu hal2 yang tidak mengenakan antara RS H2H dengan supplaiernya. supplaier mungkin akan bilang SN sudah keluar, cek saja di 147, 116 ato 300 sesuai operatornya. dan setelah di cek, kadang CS operator akan bilang, ditunggu 24 jam ato SN belum masuk di database kami. yang paling berat mungkin retailer yang menjual langsung ke END USER, karena tidak jarang mereka menunggu, dan mereka betul2 punya kepentingan thd pulsa nya.
3. Mengecilkan tekanan dari bawah
kadang ini juga menjadi beban tersendiri buat RS H2H, mungkin HP CS Komplin berdering tiap 10 menit, mungkin kata2 kurang pantas keluar begitu saja. dan mungkin melakukan tekanan balik adalah PILIHAN SATU SATU nya

bagi retailer yang langsung menjual ke end user mungkin sudah hapal statement berikut :
- "Mas, kalo lama balikin duit saja, saya buru2 mas!"
- "saya tidak akan beli disini lagi" Lambatt!!
- "Anda ini serius jualan apa tidak???"
- dan lain-lain
apa supplaer juga m,erasakan tekanan yang sama??

Analogi tukang OJEK, juga sangat tepat, tapi juga perlu dipahami bahwa ojek dengan motor sendiri dan anda sampe ketujuan dengan lebih tepat waktu, juga merupakan pelayanan yang sangat PRIMA

menurut saya SUPPLAER H2H Harus menjelaskan ke RS h2H bahwa tidak selamanya sistem TOP UP operator selalu berjalan 100% normal, masih ada resiko keterlambatan, meskipun SN sudah keluar, kalo ada komplin yang berlarut larut, ya bagi tugas, kalo perlu saya refund dulu, sementara member H2H selesaikan urusan dengan RS nya, kurang adilkah?? sangat wajar kalo tekanan berat dari end user ada di RS, bukankah RS mengambil margin profit yang lebih tinggi?? makanya kalo jual jangan murah2 ahmaddd, yang wajarlah

nah sekarang giliran saya, kalo saya jadi SUPPLAER H2H saya ingin memiliki RS yang
- tidak banyak komplin

- deposit yang banyak

ini penting BOZZ
- tidak ngutang / minta saldo dulu
- sabar, jujur dan lain2 itu masih sangat normatif penjelasannya, sulit mencari indikator. jadi selama tidak macem2, tidak merugikan saya, profesional dan santun dalam menyampaikan komplin, ini masuk kategori yang ini.

kalo saya jadi RS saya pengen punya supplaer
- Profesional menangani TRX, komplin dll
- Fleksibel, kalo kondisi lagi kepepet, akses ke banking lagi susah, bisa minta deposit dulu

, tapi bukan tuntutan lhoo, cuma berharap

- 100% chip sendiri, biar kalo komplin lebih cepat diputusi, mereka tidak forward ke UP LINE nya
begitu saja BOZZ, mohon MANGAP kalo salah
