Maaf newbie numpang tanya, klo semisal owner daftarin reseler A trus semisal diselisih 50 kan kodenya 1, trus klo reseler daftarin donwline B diselisih 500 itu ngitung kodenya dari 1 atau gimana? trus klo downline B daftarin downline C diselisih 500 si B format ngitung selisih kode dari 1 atau gimana to? dan seterusnya masih bingung e, karena ga mudheng akhirnya dimanual, untuk B daftarin C dan C daftarin D

selisih dihitung dari upline -yang mendaftarkan downline- sebagai titik awal, sehingga pada contoh kasus di atas jika A mendaftarkan B dengan selisih Rp500, maka Rp500 itu adalah harga A (harga modal + Rp50) + Rp500; demikian pula halnya dengan jika B mendaftarkan C dengan selisih Rp500 maka harga C = harga B + Rp500, atau jika dihitung dari Owner, harga C adalah harga owner + Rp1050
yang perlu dipahami jika anda menerapkan sistem selisih sebagai basic levelling maka anda harus membuat sistem group levelling dengan jumlah selisih yang sama, sebagai misal level A-B-C-...Z anda buat, selisih dari A-B, dari B-C dst hingga Z harus sama/seragam. dengan selisih=Rp1 proses adaptasi menjadi sangat sederhana karena saat daftar agen tinggal memasukkan berapa rupiah selisih yang diinginkan tanpa harus keliru melakukan konversi
contoh kekeliruan yg sering terjadi; levelling dengan selisih Rp25, itu artinya selisih 1 level=Rp25 .... suka kejadian agen mendaftarkan agen baru dengan langsung menulis selisih rupiah yang dia inginkan semisal 50 -dia lupa bahwa dalam sistem levelling selisih Rp25, jika dia menuliskan selisih 50 itu sama dengan selisih 50 x Rp25 = Rp1250!!