maaf saya bukan menteri, tetapi saya merasakan karena rakyat indonesia ku cintai melebihi kepedihan pejuang 45...
Tolak Angin dan Indomie adalah produk Winner from indonesia, berhasil menghipnotis perdagangan dunia yang lain mana kok 2 produk saja.
kenapa ada yang tau: produk susu, makanan ringan, minuman ringan, sabun, mobil motor semua rata-rata under lisensi negara maju, lalu buat apa di bangun pabrik membikin polusi udara dan membuat bbm mengalami kemahalan dan kelangkaan...
sedih rasanya kalo indonesia di anggap di mata dunia adalah negara berkembang dengan penuh kredit..... contoh: cicilan kredit motor, mereka di mabuki hal mudah dan gampang tapi negara kita buta akan produksi dalam negeri yaitu motor dan kalo di kalkulasi sama aja membeli motor 2 tambah dikit... sanggupkah japan yang sudah berkerja sama sejak 40tahun lebih untuk meluangkan waktunya untuk mensupport mengajari indonesia membuat motor agar bisa bersaing dalam otomotif dunia...
seneng dan bangga bagi mereka membuka koperasi simpan pinjam [rentenir] sampai ada cabang puluhan berarti mereka sukses dalam memutarkan duit dan mengerti rakyat butuh duit karena kejolak ekonomi, tapi mereka juga nggak ngerti membantu tapi minta duit, cara penagihan ada sedikit yang halus tapi banyak maaf tidak saya sebutkan ini terjadi kepada tetangga saya yang mengalami kegalauan akhirnta terjadi tutup lubang gali lah lagi lubang.... kampret.
baju dan pakaian di indonesia kok murah-murah ya? pernahkan anda mendengar ada usaha kain gulungan menutup usahanya karena bahan baku mahal. dan ada pula banyak kain gulungan murah di datangkan dari china. kalo tidak percaya coba anda telusuri, ada berapakah pabrik menghasil kain gulungan di indonesia???
kalo saya perhatikan sebenarnya indonesia masih banyak perkerjaan bisa maju dan semua rakyat bisa kerja semua tanpa PHK... yaitu
1. pemerintah harus tegas kalo di indonesia ini sudah mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan mengakibatkan kemancetan yang sangat luar biasa. dan perlu pemberdayaan dan mengajuan produksi motor yang ada di vietnam di tarik ke indonesia untuk di produksi untuk di lempar/di export. tidak perlu di lempar ke indonesia terus-menerus, kredit semakin panjang, dan
hentikan keuntungan merugikan masyarakat.
2. Produk apa saja yang ramai saat ini: Misalkan produksi motor dan mobil, tidak masalah kalo merek masih luar negeri, kita buat di indonesia dengan pengawasan ketat dari jepang. lalu kita export kan bisa mengutungkan... bukan di jual di indonesia secara massal. berarti mereka nggak bener dan nggak ngerti udah lalu lintas udah macet malah di bikin massal aduuuh...
3. produksi processor intel, kebanyakan produksi malaysia,china,philipina dan amerika latin, indonesia kapan di kasih jatah untuk produksinya, pd hal jelas sekali pertubuhan ekonomi intel ada pada penjualan di indonesia, terus maslahnya apakah dengan testimoni made in indonesia di ragukan kualitasnya di mata dunia, kalo pun demikian seharusnya indonesia angkat bicara ke publik indonesia di akhir tahun 2014 tidak akan membeli produksi intel karena tidak ada simbiosis mutualisme yang mengutungkan terutama produksi.... akan beralih ke produksi AMD dengan waktu dekat ini, indonesia akan kebagian jatah untuk produksi nya. coba anda bayangkan kalo amd made in indonesia siapakah yang tidak bangga, seharusnya masyarakat indonesia harus kompak sekompaknya agar indonesia memiliki kehormatan yang sangt luar biasa..
kalo pun anda membeli produksi intel secara ekonomi membangun negara mereka masing-masing dan negara kita masih melarat untuk berkembang.
5. Pertanian: selama ini saya masih belum mudeng, kenapa indonesia masih mengimpor dari thailand?

?? dan itu pun tidak luput para sarjana sukses jurusan pertanian untuk di biayai dlm penelitian benih padi... Banyak sekali penyakit diabetes, asam urat, darah tinggi kencing manis gara-gara makan nasi. mungin dosis kadar gula nya terlalu tinggi untuk benih padi. kebanyakan kimia dan manusianya pun cepat mati gara-gara kimia.