Author Topic: TANYA...ADA YG SDH TAU?  (Read 13408 times)

ricardoglaz

  • User OtomaX --
  • Jr. Member
  • **
  • Posts: 204
Re: TANYA...ADA YG SDH TAU?
« Reply #20 on: January 05, 2011, 01:34:07 AM »
Miring nya seberapa miring? Kenapa ngga patungan?
Working Experience of Owner: 1987 - 1997: PNS at BPP Teknologi. 1998 - 2000: Employee at PT Kumagaya Batam. 2001 - 2005: Employee at PT Southwest Screens and Filters Cikupa Tangerang. 2003 to present: Owner of Glaz Cell.

ARIF PHONE

  • User OtomaX --
  • Full Member
  • ***
  • Posts: 736
  • 085227951952 (Akhirnya g bershbt lg otonya )
    • Krc,bukteja,Purbalingga,..
Re: TANYA...ADA YG SDH TAU?
« Reply #21 on: January 06, 2011, 10:03:01 PM »
Miring nya seberapa miring? Kenapa ngga patungan?


usul yang bagus ... mana yang setuju gabungungan silahkan shere ... dan silahkan yg udh ada info di shere biar otomax punya stok banyak dan punya untung tambah broooo
CS:   YM TRX:
Nyoba V.3.3.8 dr 27 Sept 2009-Feb 2014 mangkrak di versi lama ,.. Skrg gancet di 3.4.4 udh mentok lg

YUSANADIGITALSELL

  • Guest
Re: TANYA...ADA YG SDH TAU?
« Reply #22 on: January 07, 2011, 09:51:15 AM »
Jakarta, Kamis, 06 Januari 2011

Biaya Interkoneksi , Penurunan Besar Akan Membuat Migrasi Pelanggan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada awal tahun ini memutuskan biaya interkoneksi seluler mengalami penurunan rata-rata 6 persen dibandingkan 2008. Penurunan kali ini tidak berlaku bagi biaya terminasi lokal fixed to fixed. Biaya terminasi lokal dari fixed wireline lokal (FWL) ke fixed wireless access (FWA) tetap sebesar 73 rupiah per menit per panggilan untuk setiap panggilan yang berhasil. Pola penagihan SMS tetap berbasis sender keep all (SKA).

Biaya interkoneksi merupakan biaya yang dibebankan sebagai akibat adanya saling keterhubungan antarjaringan telekomunikasi yang berbeda dan ketersambungan jaringan telekomunikasi dengan perangkat milik penyelenggara jasa telekomunikasi. Biaya ini salah satu komponen menentukan tarif ritel selain margin keuntungan dan biaya pemasaran. “Memang ada tarik-menarik antara operator besar dan kecil dalam penetapan penurunan biaya interkoneksi. Regulator mencoba mengompromikan kepentingan semua pihak, inilah yang terbaik,” ungkap Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, belum lama ini.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S Dewa Broto menambahkan biaya interkoneksi baru untuk seluler berlaku mulai 1 Januari 2011, sedangkan untuk FWA per 1 Juli 2011. “Kita harapkan operator secepatnya menyerahkan Daftar Penawaran Interkoneksi (DPI) untuk ditelaah. Diperkirakan pada Maret atau April nanti sudah ada tarif retail baru di masyarakat,” kata Gatot. Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) M Ridwan Eff endi mengharapkan tarif retail mengalami penurunan sama besar dengan biaya interkoneksi.

Syaratnya, operator tidak mempertahakan margin keuntungan yang tinggi. “Secara teoretis semua berpotensi turun. Masalahnya di Indonesia kelihatannya tidak ada korelasi antara tarif ritel dan biaya interkoneksi,” kata Ridwan. Pada 2008 regulator menurunkan biaya interkoneksi 20-40 persen. Dampaknya tarif retail terpangkas hingga 70 persen dari 15 sen dollar AS menjadi 2 sen dollar AS. Tidak Berdampak Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi menegaskan penurunan kali ini tidak banyak memberi ruang gerak bagi operator untuk memberikan tarif murah kepada pelanggan.

“Tadinya kami berharap masih bisa turun hingga 40 persen, namun karena sudah menjadi keputusan pemerintah, terpaksa diikuti,” kata Hasnul. VP Sales and Distribution Axis Syakieb A Sungkar menegaskan penurunan yang kecil mempertontonkan rezim interkoneksi terlalu kuat sehingga tarif panggilan lintas operator (off net) tidak akan murah. Hal ini berbeda dengan di luar negeri yang biaya interkoneksi ditekan serendah mungkin untuk menghindari monopoli incumbent. “Penurunan yang kecil upaya incumbent membangun tembok tinggi agar tidak bisa dilewati oleh operator baru.

Anda bisa bayangkan seandainya tarif lintas operator dibanting murah, akan terjadi tsunami di industri berupa pindah layanan dari operator besar ke operator kecil karena yang bicara nanti kualitas layanan,” tegasnya. Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengungkapkan biaya interkoneksi seharusnya dikaitkan dengan struktur pasar yang menunjukkan jumlah operator di Indonesia terlalu banyak.

“Biaya interkoneksi juga seharusnya dikonversikan dengan market share yang seimbang sehingga tarif bisa ditekan,” kata dia. Head of Corporate Communication Telkom Eddy Kurnia menilai besaran penurunan sudah melalui perhitungan yang matang dengan melihat dampak terhadap industri telekomunikasi. “Ini sudah bagus. Jadinya antar pemain tidak saling bunuh. Jangan membiarkan pasar tidak sehat, penurunan sewajarnya atas dasar perhitungan yang matang itu baik sekali,” katanya.

Deputy VP Corporate Secretary Telkomsel Aulia E Marinto enggan menanggapi tudingan yang dilontarkan pesaing. “Sebaiknya diserahkan kepada pihak regulator yang mengeluarkan kebijakan itu,” tukasnya. Menurut dia, Telkomsel masih mengaji perlu atau tidaknya menurunkan tarif off net karena masih menunggu perkembangan dan analisis bisnis. Sebagai ilustrasi, saat ini kompetisi sudah berkembang per area. Bisa saja di satu area tarif off net turun, daerah lainnya tetap.

“Secara keseluruhan ini harus dikaitkan dengan komitmen membangun jaringan berdasarkan lisensi yang dimiliki, bukan semata-mata soal penurunan karena soal murah bisa disiasati dalam bentuk lain seperti bonus off net call,” ketusnya. Sedangkan VP Intercarrier Bakrie Telecom Hery Nugroho mengungkapkan berlakunya biaya interkoneksi baru bagi FWA pada Juli nanti berdampak terjadinya kenaikan pendapatan interkoneksi bagi pemain FWA walau biaya interkoneksi juga naik.

Namun, untuk telepon rumah alias PSTN kabel akan mengalami kesulitan karena tarifnya makin mahal. “Secara teknis, pemisahan FWA dengan PSTN tidak akan mudah karena tidak ada pembedaan penomoran. Akibatnya, semua operator pasti akan mendapat pekerjaan baru untuk mengidentifikasi nomor-nomor yang campur aduk itu. Belum lagi, secara regulasi perlu ada pemisahan PSTN dengan FWA. Tanpa itu, maka regulator melanggar aturan yang dibuatnya sendiri,” tegasnya. Peluang untuk menurunkan biaya interkoneksi lebih besar mengingat average revenue per menit sudah sangat rendah.

Namun, Ketua Komite Tetap Bidang Telekomunikasi Kadin Johnny Swandi Sjam mengatakan operator memerlukan kontinuitas dalam membangun jaringan. “Inilah alasan tarif ritel tidak akan turun besar. Apalagi biaya pemasaran makin membengkak, kalau tarif retail diturunkan, bisa terjadi perdarahan,” jelasnya.

(dapat copy mail dari teman)

yesorno

  • Jr. Member
  • **
  • Posts: 277
Re: TANYA...ADA YG SDH TAU?
« Reply #23 on: January 15, 2011, 10:39:40 AM »
terjawab sdh....
setelah menerima broadcast dr dealer XL yg intinya :"per tgl 17/01/2010 stok chip dompul hrs=0(nol) dan semua chip dompul akan ditarik oleh dealer,server hy diberi kesempatan pegang 1 chip dompul,kebijakan ini diambil sehubungan ada perbaikan/prgantian system"....bbrp tread jg sdh menyinggungnya
masalahnya...
1.kita blm terbiasa/mengetahui scr persis dg system barunya
2.blm ada kepastian aturan thdp 1 chip yg tersisa
3.blm berani memberikan hrg thdp chip-chip yg akan ditarik
sy hy bisa merasakan baru saja ditempeleng si merah kemudian dijotos sama si biru...memar luka ini
Enterprise 3.7.4
CV. PASTI TRONIK
Alamat: Jl. Bhayangkara No.17 Wonosobo – Jawa Tengah
Telp. (0286)323686 - HP 081391033733 Bbm: 5B83C5E8 jabber: pastics1@chat.pulsa-murah.com - Telegram: @pastitronik_cs
www.pulsa-murah.com

YUSANADIGITALSELL

  • Guest
Re: TANYA...ADA YG SDH TAU?
« Reply #24 on: January 15, 2011, 10:55:29 AM »
Udah2 bos sabar bos I sendiri juga masih pakai dompul XL tapi kenanya sih Retail bos Wong DLNYA AJA baru 20BJ bos.

ipin31444

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 1,446
Re: TANYA...ADA YG SDH TAU?
« Reply #25 on: January 16, 2011, 12:36:54 AM »
Miring nya seberapa miring? Kenapa ngga patungan?


usul yang bagus ... mana yang setuju gabungungan silahkan shere ... dan silahkan yg udh ada info di shere biar otomax punya stok banyak dan punya untung tambah broooo

akuminat

YUSANADIGITALSELL

  • Guest
Re: TANYA...ADA YG SDH TAU?
« Reply #26 on: January 22, 2011, 02:00:30 PM »
Info hasil meeting Indosat hari ini sbb :

∙ Efektif Februari 2011, percluster harus dikelola oleh 1 SD ( SD external atau Internal )

∙ SD external harus berada (memiliki toko) sesuai dengan clusternya

∙ RS atau SD yg menyeberang dari Cluster yg ditentukan akan di block, sisa saldo akan dikembalikan 1 minggu setelah RS/SD tsb berada dalam clusternya

∙ Khusus SD Internal diperbolehkan berada di kantor pusat, tetapi tetap mengelola 1 cluster

∙ Transaksi RS yg di hitung sbg penilaian oleh Indosat sbb:

1. Jawa ( maksimum- 50 juta/bulan )

2. Luar Jawa ( maksimum- 30 juta/bulan )
 
∙ Alokasi untuk RS Server akan diberikan batasan 10-20% dari target reload cluster (DARI CP_CEPELA)