mau bagi2x pengalaman nih: hmm membuka server pulsa sejatinya harus memiliki modal yang besar meskipun kita semangat, kuat, akan tetapi pikiran kita gk sama seperti robot,
contoh biaya pengeluaran awal:
1. Biaya pembelian Hp/modem/usb hub/kabel data dan gk mungkin hanya beli 1
2. Biaya pembelian chip all provider
3. Biaya sender/center karena ada expired date dan harus di isi pulsa nya agar tidak mati.
4. Biaya pengisian chip, baik sistem saldo dan stok, kalo stok habis karena gk di kasih stok, kemudian di hari minggu dealer tutup, menggunakan h2h dgn harga bsa naik turun dan proses transaksi bisa jg terganggu dengan koneksi internet sewaktu-waktu bsa berubah lancar/mancet, demi RS gmnapun jg harus di lakukan
3. Biaya pemakaian listrik, biaya inet
4. Biaya pembelian PC, SW dan perawatan
Resikonya,,,
Dengan transaksi misal 2000 transaksi menurut aku justru aku sangat was2x, karena gk menutup kemungkinan saja OS windows dan data base crash karena bgtu banyaknya transaksi,,,, PC kerja nya menjadi lambat, dan data gk karuan menjadi saldo downline gk terkontrol, mungkin saja downline transaksi saldo gk berkurang kalo downline satu aja bsa di atasi kalo sudah 100 downline lebih apakah bsa kita ngrosek 1/1,