1.
Saat sahara naik kereta ekonomi, banyak pedagang asongan menawarkan makanan dan minuman melintas di sela-sela penumpang yang kadang sudah berjubel.
Ada yang beli ada yang tidak
Sahara perhatikan, sekitar setengah jam kemudian pedagang itu lewat lagi, menawarkan lagi
Dagangannya sama, pedagangya sama, pembelinya yang beda
Beberapa saat kemudian lewat lagi
Begitu seterusnya, dalam perjalanan itu kadang dia sampai 7 sampai 10 kali lewat menawarkan di gerbong yang sama. Saat ada pedagang minuman, sebenarnya Sahara saat itu juga nggak butuh beli, tapi saat dia menawarkan untuk kali yang ke 5, sahara jadi ikut beli, dalam hati ada perasaan kasihan, jadi niat beli bukan karena butuh, sebab saat itu tidak haus dan lagi pula nanti saat haus kan bisa membeli mendadak.
Tapi saat haus, ternyata bermanfaat juga minuman yang tadi Sahara beli, dan saat itu sama sekali tidak
ada asongan yang lewat. Syukur....untung....
Server kita belum dikenal ?
ditawarkan sana ditawarkan sini ditolak ?
kadang di acuhkan
kadang diterima dengan muka kecut ?
atau dijawaba,tidak butuhmas, sudah chip sendiri semua....
biasa.....
Pura-pura tidak lihat saja
Pura-pura tidak dengar saja
Besok datangi lagi
Belum ambil juga
datangi lagi besoknya
Masih belum menerima juga ? datangi lagi...lagi dan lagi....
Walau suatu saat dia ikut ambil walau niat awalnya kasihan.
Saat menggali sumur, berdasar petunjuk ahli, disitu ada sumber
Kita gali dapat 9 meter, belum nemu sumber air
Kita hentikan ?
Padahal, mungkin dia ada di kedalaman 10 meter
Kalau berhenti di kedalaman 9 meter dan berkesimpulan tidak ada sumber,
kita kehilangan kerja 9 meter
Batu pecah mungkin oleh pukulan palu kita yang ke 100 atau ke 200 atau ke 300
tapi batu tetap pecah oleh pukulan
2.
Bersambung kalau nanti naik kereta lagi .....