Forum Orisinil
Kategori Umum => Entrepreneurship => Topic started by: Andi Jaderock on November 29, 2012, 08:45:30 PM
-
Melihat fenomena banyak teman2 yang menjual OtomaXnya (entah itu bangkrut atau tutup) saya ikut mau sumbang tulisan mudah2an bisa menginspirasi teman2 dan saya juga untuk lebih menguatkan lagi pondasi Bisnis kita.
Memiliki usaha sendiri adalah impian hampir semua orang. Motivasi pertama umumnya agar adalah mendapatkan kebebasan waktu. Apalagi yang sudah lama bekerja dan merasa tidak mendapatkan gaji yang sepadan, rasanya ingin buru-buru keluar kantor saja.
Sering membaca buku motivasi atau mendengar kalimat “Buka dulu aja bisnisnya, sisanya kita pasrahkan sama Tuhan, nanti juga ada jalannya”, tidak sedikit dari kalimat tersebut yang salah dalam mengartikannya. Kalimat tersebut lebih tepat bagi orang-orang yang hobynya mengamati, mengkonsep dan menghitung calon usahanya, namun tidak pernah berani melangkah. Tapi jika kita tidak benar-benar paham apa yang sedang kita jalankan, tunggu saja datangnya kesalahan-kesalah yang sesungguhnya tidak perlu kita lewati. Eiiitss… bukan berarti kesalahan itu di”haram”kan bagi seorang pengusaha, kesalahan itu diperlukan untuk tumbuh. Maksud saya disini adalah, seorang pengusaha harus memiliki management resiko yang baik.
Seringkali saya melihat seorang wirausaha yang memulai bisnisnya dari kecil terjebak dalam kesibukan tiada henti setiap harinya, tapi tidak mendapatkan margin yang diharapkan. Dan akhirnya bisnisnya tutup karena lelah berkompetisi dengan pemain lain dengan bisnis sejenis, atau lelah karena jenuh akan rutinitas-rutinitas yang sebetulnya dengan mudah bisa dihilangkan.
Knowledge yang tidak dikembangkan secara konsisten, akan berpengaruh juga terhadap bisnis kita. Visi yang tidak dibentuk dengan jelas dalam membangun bisnis, juga bisa membuat kita terjebak dalam rutinitas yang tidak membawa kita pada kemajuan.
Sebagai entrepreneur, kita harus sadar bahwa, jika kita mampu melihat potensi dari sebuah bisnis yang kita pilih. Meskipun bisnis itu unik pada saat kita jalankan, cepat atau lambat satu persatu kompetitor akan bermunculan sebagai follower dari bisnis kita, apalagi bisnis yang kita jalankan mudah sekali ditiru orang lain. Nah, sebelum semua itu terjadi, kita harus memiliki inovasi-inovasi yang pamungkas agar persaingan dalam bisnis yang kita jalankan tidak lagi relevan. Biarkan follower selamanya tetap jadi dibawah kita, biarkan mereka mendapatkan market dari pasar yang tidak lagi bisa kita cover.
Jangan lupakan hal terpenting lainnya, sebagai seorang entrepreneur, memilki waktu yang berkualitas untuk berfikir dan bertumbuh adalah hal yang sangat sangat sangat penting. Dua hal tersebutlah yang bisa membuat “kepala” kita mampu menghasilkan ide-ide yang luar biasa. Bagaimana kita bisa melakukan itu semua jika kita masih menjadi orang yang ada didalam system bisnis kita sendiri, yang umumnya membuat kita sibuk mengurusi hal-hal yang seharusnya tidak perlu kita tangani sendiri. Yang perlu kita lakukan adalah membangun sebuah system, lalu berada diatas system yang kita buat.
Semua kesibukan-kesibukan yang biasanya kita lakukan setiap hari, kita serahkan kepada orang-orang yang kompeten dibidangnya. Serahkan pada karyawan-karyawan kita, buat lah SOP (System Operating Procedure) yang akan menjadi rel bagi mereka dalam melakukan aktivitas dibisnis anda sesuai yang anda inginkan. Bentuklah SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas melalui setiap meeting yang anda buat. Beritahukan kepada mereka visi & misi anda terhadap perusahaan, karena saya pastikan mereka tidak akan pernah tau 100% apa yang anda inginkan atas apa yang mereka kerjakan untuk anda. Anda perlu sampaikan semuanya di dalan meeting, mulai dari hal yang sepele sampai hal terpenting.
Pengusaha yang terjebak dalam rutinitas yang membosankan setiap harinya biasanya tidak tau bagaimana terlepas dari itu semua. Dan umumnya berakhir tutup karena merasa apa yang dilakukan tidak sebanding dengan omset yang dihasilkan. Jika anda bagian dari yang seperti ini, hari ini saat yang tepat untuk berubah, tidak harus menunggu besok, lusa…apalagi bulan depan. Jangan pernah menunda-nunda atas sesuatu yang membawa manfaat terhadap masa depan kita.
Apabila bisnis anda telah tutup… mari kita berbisnis lagi dan menantang dunia dengan pola yang jauh lebih baik…
Salam,
-
terimaksih tulisan bos sangat bermamfaat begi sy
-
Trimakasih paparan tulisan Bos.. menambah motivasi kami..
-
nice topik... ada peribahasa jadi wira usaha itu ada untung ada rugi.
UNTUNG : Kita jangan takabur, sering-sering lah sodaqoh dan Berterimakasih/Bersyukur KepadaNYA
RUGI : Kita harus sabar dan berjuang. jangan patah semangat. dan selalu berusaha jika itu dianggap usaha yang terbaik dan jangan lupa Pasrah lah Dan Meminta KepadaNYA
-
Benar sekali pak Andi.... Tutornya mantap..!! Di halaman lain saya juga mencoba untuk menggugah semangat, mencoba mengajak yg udah mapan untuk sharing cara bisnisnya... liat disini (http://forum.orisinil.com/index.php/topic,7202.0.html)yah, point yg saya petik dari postingan diatas adalah mutlaknya sebuah SISTEM untuk usaha kita. Tuh, kan..?? benar... SISTEM yah.. SISTEM.. where are you...??? how to do that..?? bagaimana memulai sebuah sistem ini...?? :'( :'( :'( :'( ini yg bertahun2 saya fikirkan..
Karena selama ini belum ada yg ngajarin saya... sekolah aja mentok cuman STM, itupun sering kena hukum guru.. :'(
Yang diomongin Pak Andi diatas sepertinya adalah saya banget pak... Betapa tidak...
Selama ini...
1. Saya bahkan tidak punya waktu untuk sekedar santai buat anak ato istri...
2. Pulang ngurusin konter, sekitar jam 22:30, itulah saat santai buat keluarga.. Haaa..?? santai? yg benar aja broo.. santai buat bantal mksdnya.. ya?
3. Capek, lelah itu pasti... dari bangun pagi, melek langsung pegang mouse.. udah gitu ngurusin orderan, lalu setoran ke bank, pulang jaga konter lagi. Sore jam sibuk, konter ditinggal, jagain server.. Haduuuuhh....
Mau berkembang gimana..?? bagaimana bisa punya ide baru, kalo ownernya sibuk sendiri.. kelelahan, gak sempet mikir ide yg bagus.
Makanya, cari karyawan untuk ngebantu kerjain itu semua... Hati kecilku bilang gitu. Tapi malah dibentak sama sisi hati yg lain. "Cari karyawan sih gampang, emang dengkul elo buat bayarin gajinya..??" Yah, perasaan itu terus menghantui saya setiap hari...
"Saya terlalu capek ngurusin ini itu, kalo saya ambil karyawan lagi buat bantu.. jelas saya harus menggajinya, dan otomatis (ky otomax aja) keuntungan saya akan berkurang dong..."
Setiap hari saya berfikiran seperti itu... Sampe akhirnya, siang tadi saya putuskan untuk menambah karyawan baru... dia mulai kerja skrg. Horeeeee... ;D ;D Mudah2an agak punya waktu luang buat saya tuk berfikir.. Mudah2an, kalimat diatas akan berubah menjadi...
"Saya terlalu capek ngurusin ini itu, kalo saya ambil karyawan lagi buat bantu.. jelas dan otomatis (ky otomax aja) kerjaan saya jadi ringan, punya banyak waktu tuk berfikir, dan mencoba buka bisnis lain, keuntungan saya akan bertambah dong..."
Buat yg baca, mana yg lebih masuk akal? yg merah ato yg biru?? semuanya masuk akal.. pesimistis pasti milih Merah.. Optimistis pasti milih yg biru.. bener gak?? ;D Ayo, optimis daaahh...
To Pak Andi...
Mohon bimbingannya.. Garis besarnya aja, gimana menerapkan sebuah SISTEM ini pada usaha kita, khususnya SERVER PULSA + konter sesuai bidang yg di geluti para Otomaxer.
-
Setuju pak Andi
Saya tutup usaha jam 5 sore alhamdulillah bukan karena bangkrut, tapi kecapekan, besoknya buka lagi jam 7 ;D
-
Setuju pak Andi
Saya tutup usaha jam 5 sore alhamdulillah bukan karena bangkrut, tapi kecapekan, besoknya buka lagi jam 7 ;D
xixixixi... ada aja gurauan pa yai kita ini... ;D ;D
-
Cuma bisa berdo'a.
MUGIO KANTI NIAT IBADAH SAGET O ANGSAL RIDHONENG GUSTI INGKANG AKARYO JAGAD.
jadi inget kata pak ma'ruf islamudin.
-> Repot e dadi pedagang, sholat e dianggep gampang.
Opo maneh lek wayahe laris. urong sholat kox ngakune uwes.
-> Repot e dadi petani, sholat e terkadang lali.
Opo maneh lek wayahe tandur, Sholat e diundur - undur.
Masyaalloh....
ayo semangat.
kata motivator tapak dewa :> {SALAM SUKSES LUAR BIASA}.
Klo kata GOL ,,,S Inter,,,,,,,, ,,,TED :> {OOOORRRAAA UMUUUM}. he..he.
salam...
-
berguna banget topiknya gan.. sip ;)
-
Benar sekali pak Andi.... Tutornya mantap..!! Di halaman lain saya juga mencoba untuk menggugah semangat, mencoba mengajak yg udah mapan untuk sharing cara bisnisnya... liat disini (http://forum.orisinil.com/index.php/topic,7202.0.html)yah, point yg saya petik dari postingan diatas adalah mutlaknya sebuah SISTEM untuk usaha kita. Tuh, kan..?? benar... SISTEM yah.. SISTEM.. where are you...??? how to do that..?? bagaimana memulai sebuah sistem ini...?? :'( :'( :'( :'( ini yg bertahun2 saya fikirkan..
Karena selama ini belum ada yg ngajarin saya... sekolah aja mentok cuman STM, itupun sering kena hukum guru.. :'(
Yang diomongin Pak Andi diatas sepertinya adalah saya banget pak... Betapa tidak...
Selama ini...
1. Saya bahkan tidak punya waktu untuk sekedar santai buat anak ato istri...
2. Pulang ngurusin konter, sekitar jam 22:30, itulah saat santai buat keluarga.. Haaa..?? santai? yg benar aja broo.. santai buat bantal mksdnya.. ya?
3. Capek, lelah itu pasti... dari bangun pagi, melek langsung pegang mouse.. udah gitu ngurusin orderan, lalu setoran ke bank, pulang jaga konter lagi. Sore jam sibuk, konter ditinggal, jagain server.. Haduuuuhh....
Mau berkembang gimana..?? bagaimana bisa punya ide baru, kalo ownernya sibuk sendiri.. kelelahan, gak sempet mikir ide yg bagus.
Makanya, cari karyawan untuk ngebantu kerjain itu semua... Hati kecilku bilang gitu. Tapi malah dibentak sama sisi hati yg lain. "Cari karyawan sih gampang, emang dengkul elo buat bayarin gajinya..??" Yah, perasaan itu terus menghantui saya setiap hari...
"Saya terlalu capek ngurusin ini itu, kalo saya ambil karyawan lagi buat bantu.. jelas saya harus menggajinya, dan otomatis (ky otomax aja) keuntungan saya akan berkurang dong..."
Setiap hari saya berfikiran seperti itu... Sampe akhirnya, siang tadi saya putuskan untuk menambah karyawan baru... dia mulai kerja skrg. Horeeeee... ;D ;D Mudah2an agak punya waktu luang buat saya tuk berfikir.. Mudah2an, kalimat diatas akan berubah menjadi...
"Saya terlalu capek ngurusin ini itu, kalo saya ambil karyawan lagi buat bantu.. jelas dan otomatis (ky otomax aja) kerjaan saya jadi ringan, punya banyak waktu tuk berfikir, dan mencoba buka bisnis lain, keuntungan saya akan bertambah dong..."
Buat yg baca, mana yg lebih masuk akal? yg merah ato yg biru?? semuanya masuk akal.. pesimistis pasti milih Merah.. Optimistis pasti milih yg biru.. bener gak?? ;D Ayo, optimis daaahh...
To Pak Andi...
Mohon bimbingannya.. Garis besarnya aja, gimana menerapkan sebuah SISTEM ini pada usaha kita, khususnya SERVER PULSA + konter sesuai bidang yg di geluti para Otomaxer.
hehehe seneng juga liat yang ini warna warni jadi pengin ngomentari
jujur saya juga sering menemui user saya persis seperti bos yang semua dikerjain sendiri sampe ga ada waktu untuk anak istri (apalagi untuk dirinya sendiri)
alasannya simpel dari ga percaya sama orang lain sampai sayang mau kasih gaji orang kan duitnya bisa untuk yg lain .
saya juga dulu sempat merasakan hal yang bos rasakan apalagi baru mulai bisnis itu semangatnya masih tinggi dan menekan cost serendah2nya,tapi seiring waktu berjalan saya merasakan ada yang hilang yaitu kenyamanan hidup
pengaturan waktu yang terbaik adalah dimana kita bisa membagi waktu antara pekerjaan,keluarga,ibadah dan liburan
selama sekian lama yang saya kerjakan hanya pekerjaan saja tetapi untuk keluarga,ibadah dan liburan mungkin hanya 10% saja
akhirnya saya coba belajar lagi ikut seminar dan pelatihan bagaimana mengatur ini semua supaya saya bisa balik pekerjaan hanya 10% saja dan sisa waktu saya habiskan untuk ibadah,keluarga dan liburan yang efeknya otak bisa lebih fresh untuk berfikir dan terus berkembang.
memiliki karyawan itu adalah wajib mutlak bagi seorang pengusaha,..lakukan meeting minimal 1 bulan sekali dan disaat meeting yg perlu kita tekankan disitu tujuan perusahaan dan target perusahaan dan review kerja karyawan,kita sebagai bos harus tegas disaat meeting kalau perlu lakukan tekanan intonasi berbicara dan lain2 yang diharapkan karyawan kita paham apa mau kita,gunakan system hadiah dan hukuman untuk karyawan untuk tercapainya target kita misalkan jam kerja untuk karyawan yang telat dalam 1 bulan sekian jam maka uang kehadiran kita tidak berikan dan akan kita berikan uang kehadiran hanya karyawan yang absensinya bagus,dengan begitu sendirinya si karyawan akan sadar untuk absen dengan tepat (contoh kecil) dll.
tetapi hal yang sangat penting adalah sensitivitas yaitu pendekatan emosi dengan karyawan,disaat meeting bnyak atasan yang berkata sangat kasar kepada karyawan bahkan sampai bawa2 kebun binatang,tetapi bisa sudah keluar area meeting kita harus mendekatkan diri secara personal kepada karyawan kita misal bertanya keluarga dia atau pacar dll bahkan saat mereka sedang makan kita sempatkan sekali2 makan bersama sambil bicara santai..intinya kita coba buat mereka menganggap kita adalah keluarga mereka layaknya kakak atau ayah mereka.. ada masalah bilang dsb (ini yang jarang bisa dilakukan seorang atasan).
dan yang penting juga sebenarnya dengan memiliki karyawan kita secara tidak langsung seringkali ikut didoakan oleh mereka supaya usaha kita tetap bisa lancar langgeng dsb karena akan berpengaruh juga kepada mereka bila usaha kita tutup,silaturahmi lebih kuat dan jatah kue rejeki sebenarnya juga ditambah supaya cukup kuenya.
mendapatkan hasil 10% dari hasil kerja orang lain lebih baik dibanding mendapatkan banyak % tetapi keringat kita sendiri jadi buatlah jaringan link dan silaturahmi yang baik.
Alhamdulillah saya sekarang hanya kerja 10% saja di server sisanya saya bisa bercengkrama dengan anak istri ,ibadah tenang dan sekali2 liburan
buatlah hidup ini indah dengan membagi waktu kita dengan sebaik baiknya.
maaf hanya sharing sedikit..ilmu saya masih jauh cuma ingin berusaha lebih baik saja..
salam,
-
hehehe seneng juga liat yang ini warna warni jadi pengin ngomentari
jujur saya juga sering menemui user saya persis seperti bos yang semua dikerjain sendiri sampe ga ada waktu untuk anak istri (apalagi untuk dirinya sendiri)
alasannya simpel dari ga percaya sama orang lain sampai sayang mau kasih gaji orang kan duitnya bisa untuk yg lain .
saya juga dulu sempat merasakan hal yang bos rasakan apalagi baru mulai bisnis itu semangatnya masih tinggi dan menekan cost serendah2nya,tapi seiring waktu berjalan saya merasakan ada yang hilang yaitu kenyamanan hidup
pengaturan waktu yang terbaik adalah dimana kita bisa membagi waktu antara pekerjaan,keluarga,ibadah dan liburan
selama sekian lama yang saya kerjakan hanya pekerjaan saja tetapi untuk keluarga,ibadah dan liburan mungkin hanya 10% saja
akhirnya saya coba belajar lagi ikut seminar dan pelatihan bagaimana mengatur ini semua supaya saya bisa balik pekerjaan hanya 10% saja dan sisa waktu saya habiskan untuk ibadah,keluarga dan liburan yang efeknya otak bisa lebih fresh untuk berfikir dan terus berkembang.
memiliki karyawan itu adalah wajib mutlak bagi seorang pengusaha,..lakukan meeting minimal 1 bulan sekali dan disaat meeting yg perlu kita tekankan disitu tujuan perusahaan dan target perusahaan dan review kerja karyawan,kita sebagai bos harus tegas disaat meeting kalau perlu lakukan tekanan intonasi berbicara dan lain2 yang diharapkan karyawan kita paham apa mau kita,gunakan system hadiah dan hukuman untuk karyawan untuk tercapainya target kita misalkan jam kerja untuk karyawan yang telat dalam 1 bulan sekian jam maka uang kehadiran kita tidak berikan dan akan kita berikan uang kehadiran hanya karyawan yang absensinya bagus,dengan begitu sendirinya si karyawan akan sadar untuk absen dengan tepat (contoh kecil) dll.
tetapi hal yang sangat penting adalah sensitivitas yaitu pendekatan emosi dengan karyawan,disaat meeting bnyak atasan yang berkata sangat kasar kepada karyawan bahkan sampai bawa2 kebun binatang,tetapi bisa sudah keluar area meeting kita harus mendekatkan diri secara personal kepada karyawan kita misal bertanya keluarga dia atau pacar dll bahkan saat mereka sedang makan kita sempatkan sekali2 makan bersama sambil bicara santai..intinya kita coba buat mereka menganggap kita adalah keluarga mereka layaknya kakak atau ayah mereka.. ada masalah bilang dsb (ini yang jarang bisa dilakukan seorang atasan).
dan yang penting juga sebenarnya dengan memiliki karyawan kita secara tidak langsung seringkali ikut didoakan oleh mereka supaya usaha kita tetap bisa lancar langgeng dsb karena akan berpengaruh juga kepada mereka bila usaha kita tutup,silaturahmi lebih kuat dan jatah kue rejeki sebenarnya juga ditambah supaya cukup kuenya.
mendapatkan hasil 10% dari hasil kerja orang lain lebih baik dibanding mendapatkan banyak % tetapi keringat kita sendiri jadi buatlah jaringan link dan silaturahmi yang baik.
Alhamdulillah saya sekarang hanya kerja 10% saja di server sisanya saya bisa bercengkrama dengan anak istri ,ibadah tenang dan sekali2 liburan
buatlah hidup ini indah dengan membagi waktu kita dengan sebaik baiknya.
maaf hanya sharing sedikit..ilmu saya masih jauh cuma ingin berusaha lebih baik saja..
salam,
Luar Biasaaaa... pak bos satu ini.. ciaoo...oo.
-
Setuju pak Andi
Saya tutup usaha jam 5 sore alhamdulillah bukan karena bangkrut, tapi kecapekan, besoknya buka lagi jam 7 ;D
hehehee.. iso ae pakde ;D
mushola wes dadi urung pakde..
-
hehehe seneng juga liat yang ini warna warni jadi pengin ngomentari
jujur saya juga sering menemui user saya persis seperti bos yang semua dikerjain sendiri sampe ga ada waktu untuk anak istri (apalagi untuk dirinya sendiri)
alasannya simpel dari ga percaya sama orang lain sampai sayang mau kasih gaji orang kan duitnya bisa untuk yg lain .
saya juga dulu sempat merasakan hal yang bos rasakan apalagi baru mulai bisnis itu semangatnya masih tinggi dan menekan cost serendah2nya,tapi seiring waktu berjalan saya merasakan ada yang hilang yaitu kenyamanan hidup
pengaturan waktu yang terbaik adalah dimana kita bisa membagi waktu antara pekerjaan,keluarga,ibadah dan liburan
selama sekian lama yang saya kerjakan hanya pekerjaan saja tetapi untuk keluarga,ibadah dan liburan mungkin hanya 10% saja
akhirnya saya coba belajar lagi ikut seminar dan pelatihan bagaimana mengatur ini semua supaya saya bisa balik pekerjaan hanya 10% saja dan sisa waktu saya habiskan untuk ibadah,keluarga dan liburan yang efeknya otak bisa lebih fresh untuk berfikir dan terus berkembang.
memiliki karyawan itu adalah wajib mutlak bagi seorang pengusaha,..lakukan meeting minimal 1 bulan sekali dan disaat meeting yg perlu kita tekankan disitu tujuan perusahaan dan target perusahaan dan review kerja karyawan,kita sebagai bos harus tegas disaat meeting kalau perlu lakukan tekanan intonasi berbicara dan lain2 yang diharapkan karyawan kita paham apa mau kita,gunakan system hadiah dan hukuman untuk karyawan untuk tercapainya target kita misalkan jam kerja untuk karyawan yang telat dalam 1 bulan sekian jam maka uang kehadiran kita tidak berikan dan akan kita berikan uang kehadiran hanya karyawan yang absensinya bagus,dengan begitu sendirinya si karyawan akan sadar untuk absen dengan tepat (contoh kecil) dll.
tetapi hal yang sangat penting adalah sensitivitas yaitu pendekatan emosi dengan karyawan,disaat meeting bnyak atasan yang berkata sangat kasar kepada karyawan bahkan sampai bawa2 kebun binatang,tetapi bisa sudah keluar area meeting kita harus mendekatkan diri secara personal kepada karyawan kita misal bertanya keluarga dia atau pacar dll bahkan saat mereka sedang makan kita sempatkan sekali2 makan bersama sambil bicara santai..intinya kita coba buat mereka menganggap kita adalah keluarga mereka layaknya kakak atau ayah mereka.. ada masalah bilang dsb (ini yang jarang bisa dilakukan seorang atasan).
dan yang penting juga sebenarnya dengan memiliki karyawan kita secara tidak langsung seringkali ikut didoakan oleh mereka supaya usaha kita tetap bisa lancar langgeng dsb karena akan berpengaruh juga kepada mereka bila usaha kita tutup,silaturahmi lebih kuat dan jatah kue rejeki sebenarnya juga ditambah supaya cukup kuenya.
mendapatkan hasil 10% dari hasil kerja orang lain lebih baik dibanding mendapatkan banyak % tetapi keringat kita sendiri jadi buatlah jaringan link dan silaturahmi yang baik.
Alhamdulillah saya sekarang hanya kerja 10% saja di server sisanya saya bisa bercengkrama dengan anak istri ,ibadah tenang dan sekali2 liburan
buatlah hidup ini indah dengan membagi waktu kita dengan sebaik baiknya.
maaf hanya sharing sedikit..ilmu saya masih jauh cuma ingin berusaha lebih baik saja..
salam,
top markotob pemikiran pak andi..jadi terinspirasi kembali...terima kasih pak :)
-
hehehe seneng juga liat yang ini warna warni jadi pengin ngomentari
jujur saya juga sering menemui user saya persis seperti bos yang semua dikerjain sendiri sampe ga ada waktu untuk anak istri (apalagi untuk dirinya sendiri)
alasannya simpel dari ga percaya sama orang lain sampai sayang mau kasih gaji orang kan duitnya bisa untuk yg lain .
saya juga dulu sempat merasakan hal yang bos rasakan apalagi baru mulai bisnis itu semangatnya masih tinggi dan menekan cost serendah2nya,tapi seiring waktu berjalan saya merasakan ada yang hilang yaitu kenyamanan hidup
pengaturan waktu yang terbaik adalah dimana kita bisa membagi waktu antara pekerjaan,keluarga,ibadah dan liburan
selama sekian lama yang saya kerjakan hanya pekerjaan saja tetapi untuk keluarga,ibadah dan liburan mungkin hanya 10% saja
akhirnya saya coba belajar lagi ikut seminar dan pelatihan bagaimana mengatur ini semua supaya saya bisa balik pekerjaan hanya 10% saja dan sisa waktu saya habiskan untuk ibadah,keluarga dan liburan yang efeknya otak bisa lebih fresh untuk berfikir dan terus berkembang.
memiliki karyawan itu adalah wajib mutlak bagi seorang pengusaha,..lakukan meeting minimal 1 bulan sekali dan disaat meeting yg perlu kita tekankan disitu tujuan perusahaan dan target perusahaan dan review kerja karyawan,kita sebagai bos harus tegas disaat meeting kalau perlu lakukan tekanan intonasi berbicara dan lain2 yang diharapkan karyawan kita paham apa mau kita,gunakan system hadiah dan hukuman untuk karyawan untuk tercapainya target kita misalkan jam kerja untuk karyawan yang telat dalam 1 bulan sekian jam maka uang kehadiran kita tidak berikan dan akan kita berikan uang kehadiran hanya karyawan yang absensinya bagus,dengan begitu sendirinya si karyawan akan sadar untuk absen dengan tepat (contoh kecil) dll.
tetapi hal yang sangat penting adalah sensitivitas yaitu pendekatan emosi dengan karyawan,disaat meeting bnyak atasan yang berkata sangat kasar kepada karyawan bahkan sampai bawa2 kebun binatang,tetapi bisa sudah keluar area meeting kita harus mendekatkan diri secara personal kepada karyawan kita misal bertanya keluarga dia atau pacar dll bahkan saat mereka sedang makan kita sempatkan sekali2 makan bersama sambil bicara santai..intinya kita coba buat mereka menganggap kita adalah keluarga mereka layaknya kakak atau ayah mereka.. ada masalah bilang dsb (ini yang jarang bisa dilakukan seorang atasan).
dan yang penting juga sebenarnya dengan memiliki karyawan kita secara tidak langsung seringkali ikut didoakan oleh mereka supaya usaha kita tetap bisa lancar langgeng dsb karena akan berpengaruh juga kepada mereka bila usaha kita tutup,silaturahmi lebih kuat dan jatah kue rejeki sebenarnya juga ditambah supaya cukup kuenya.
mendapatkan hasil 10% dari hasil kerja orang lain lebih baik dibanding mendapatkan banyak % tetapi keringat kita sendiri jadi buatlah jaringan link dan silaturahmi yang baik.
Alhamdulillah saya sekarang hanya kerja 10% saja di server sisanya saya bisa bercengkrama dengan anak istri ,ibadah tenang dan sekali2 liburan
buatlah hidup ini indah dengan membagi waktu kita dengan sebaik baiknya.
maaf hanya sharing sedikit..ilmu saya masih jauh cuma ingin berusaha lebih baik saja..
salam,
Super sekali, Pak bos...
-
Melihat fenomena banyak teman2 yang menjual OtomaXnya (entah itu bangkrut atau tutup) saya ikut mau sumbang tulisan mudah2an bisa menginspirasi teman2 dan saya juga untuk lebih menguatkan lagi pondasi Bisnis kita.
Memiliki usaha sendiri adalah impian hampir semua orang. Motivasi pertama umumnya agar adalah mendapatkan kebebasan waktu. Apalagi yang sudah lama bekerja dan merasa tidak mendapatkan gaji yang sepadan, rasanya ingin buru-buru keluar kantor saja.
Sering membaca buku motivasi atau mendengar kalimat “Buka dulu aja bisnisnya, sisanya kita pasrahkan sama Tuhan, nanti juga ada jalannya”, tidak sedikit dari kalimat tersebut yang salah dalam mengartikannya. Kalimat tersebut lebih tepat bagi orang-orang yang hobynya mengamati, mengkonsep dan menghitung calon usahanya, namun tidak pernah berani melangkah. Tapi jika kita tidak benar-benar paham apa yang sedang kita jalankan, tunggu saja datangnya kesalahan-kesalah yang sesungguhnya tidak perlu kita lewati. Eiiitss… bukan berarti kesalahan itu di”haram”kan bagi seorang pengusaha, kesalahan itu diperlukan untuk tumbuh. Maksud saya disini adalah, seorang pengusaha harus memiliki management resiko yang baik.
Seringkali saya melihat seorang wirausaha yang memulai bisnisnya dari kecil terjebak dalam kesibukan tiada henti setiap harinya, tapi tidak mendapatkan margin yang diharapkan. Dan akhirnya bisnisnya tutup karena lelah berkompetisi dengan pemain lain dengan bisnis sejenis, atau lelah karena jenuh akan rutinitas-rutinitas yang sebetulnya dengan mudah bisa dihilangkan.
Knowledge yang tidak dikembangkan secara konsisten, akan berpengaruh juga terhadap bisnis kita. Visi yang tidak dibentuk dengan jelas dalam membangun bisnis, juga bisa membuat kita terjebak dalam rutinitas yang tidak membawa kita pada kemajuan.
Sebagai entrepreneur, kita harus sadar bahwa, jika kita mampu melihat potensi dari sebuah bisnis yang kita pilih. Meskipun bisnis itu unik pada saat kita jalankan, cepat atau lambat satu persatu kompetitor akan bermunculan sebagai follower dari bisnis kita, apalagi bisnis yang kita jalankan mudah sekali ditiru orang lain. Nah, sebelum semua itu terjadi, kita harus memiliki inovasi-inovasi yang pamungkas agar persaingan dalam bisnis yang kita jalankan tidak lagi relevan. Biarkan follower selamanya tetap jadi dibawah kita, biarkan mereka mendapatkan market dari pasar yang tidak lagi bisa kita cover.
Jangan lupakan hal terpenting lainnya, sebagai seorang entrepreneur, memilki waktu yang berkualitas untuk berfikir dan bertumbuh adalah hal yang sangat sangat sangat penting. Dua hal tersebutlah yang bisa membuat “kepala” kita mampu menghasilkan ide-ide yang luar biasa. Bagaimana kita bisa melakukan itu semua jika kita masih menjadi orang yang ada didalam system bisnis kita sendiri, yang umumnya membuat kita sibuk mengurusi hal-hal yang seharusnya tidak perlu kita tangani sendiri. Yang perlu kita lakukan adalah membangun sebuah system, lalu berada diatas system yang kita buat.
Semua kesibukan-kesibukan yang biasanya kita lakukan setiap hari, kita serahkan kepada orang-orang yang kompeten dibidangnya. Serahkan pada karyawan-karyawan kita, buat lah SOP (System Operating Procedure) yang akan menjadi rel bagi mereka dalam melakukan aktivitas dibisnis anda sesuai yang anda inginkan. Bentuklah SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas melalui setiap meeting yang anda buat. Beritahukan kepada mereka visi & misi anda terhadap perusahaan, karena saya pastikan mereka tidak akan pernah tau 100% apa yang anda inginkan atas apa yang mereka kerjakan untuk anda. Anda perlu sampaikan semuanya di dalan meeting, mulai dari hal yang sepele sampai hal terpenting.
Pengusaha yang terjebak dalam rutinitas yang membosankan setiap harinya biasanya tidak tau bagaimana terlepas dari itu semua. Dan umumnya berakhir tutup karena merasa apa yang dilakukan tidak sebanding dengan omset yang dihasilkan. Jika anda bagian dari yang seperti ini, hari ini saat yang tepat untuk berubah, tidak harus menunggu besok, lusa…apalagi bulan depan. Jangan pernah menunda-nunda atas sesuatu yang membawa manfaat terhadap masa depan kita.
Apabila bisnis anda telah tutup… mari kita berbisnis lagi dan menantang dunia dengan pola yang jauh lebih baik…
Salam,
sekarang saatnya berlari,. SEMANGATTTTTTTTTT :) :) :) thanks gan
-
Mau nambahin...
Tipe seorang yang berhasil adalah berani melangkah dan berani mengambil resiko.....
Pesimis, mending tidak perlu jadi pengusaha... ;) ;) ;)
-
Mau nambahin...
Tipe seorang yang berhasil adalah berani melangkah dan berani mengambil resiko.....
Pesimis, mending tidak perlu jadi pengusaha... ;) ;) ;)
setuju sama si om ini... :)
-
Mau nambahin...
Tipe seorang yang berhasil adalah berani melangkah dan berani mengambil resiko.....
Pesimis, mending tidak perlu jadi pengusaha... ;) ;) ;)
resiko kaya cuma 1 "kaya"
jatuh, gagal, rugi, bangkrut itu bukan resiko tapi utk perjalanan menuju sukses ;D
bener si bos bilang berani melangkah "INOVATION OR DIE"
-
saat y berubah ;D ;D ;D ;D
-
thanks buat postnya pak sgt memberikan pencerahan.. :) :)
-
inspiratif bos. semoga tiap gagal selalu bisa melihat sisi positifnya
-
benar sekali tutup usaha bukanlah bangkrut tapi bisa saja Tuhan punya rencana yang lebih baik karena itu kita perlu semangat dan belajar dari pengalaman kita
-
Terima kasih, postingan dari bos-bos semua memberikan motivasi dan inspirasi buat saya
Salam hangat :)
-
Jadi Pengusah jalanya harus A P E S
A= action
jangan hanya di fikirkan segera action,
P= Problem
Setiap tindakan pasti ada dampak yg di timbulkan
stlah action timbul masalah dari kurang modal,nggak laku,banyak competitor,banting"an harga, sampai di lingkungan kerja karyawan yg korup dlll
E =Evaluasi
seminggu/sebulan sekali evaluasi baik dari masalah yg timbul, pencapaian target, kinerja karyawan, saran kritik dari pelanggan dll
S= Solusi
hidup berpasang"an ada siang ada malam ada masalah PASTI ada solusi . Ingat Alloh tdk menguji kita dg ujian yg berat melainkan sudah di ukur dg kemampuan kita
teman" sudah action,, dg membuka server, ayoo semangat u pengembangan mudah "an 2020 masayarakat Indonesia jadi pengusaha semua,,,, kita IMPOR karyawan dari Luar Negri
-
Jadi Pengusah jalanya harus A P E S
A= action
jangan hanya di fikirkan segera action,
P= Problem
Setiap tindakan pasti ada dampak yg di timbulkan
stlah action timbul masalah dari kurang modal,nggak laku,banyak competitor,banting"an harga, sampai di lingkungan kerja karyawan yg korup dlll
E =Evaluasi
seminggu/sebulan sekali evaluasi baik dari masalah yg timbul, pencapaian target, kinerja karyawan, saran kritik dari pelanggan dll
S= Solusi
hidup berpasang"an ada siang ada malam ada masalah PASTI ada solusi . Ingat Alloh tdk menguji kita dg ujian yg berat melainkan sudah di ukur dg kemampuan kita
teman" sudah action,, dg membuka server, ayoo semangat u pengembangan mudah "an 2020 masayarakat Indonesia jadi pengusaha semua,,,, kita IMPOR karyawan dari Luar Negri
Ane yakin bisa jadi pengusaha semua, cuma ane gak yakin pemerintah akan memberikan dukungan ;D. Kalau pemerintah gak dukung ya bermimpi dalam Negeri saja ;D.
-
Sangat menginspirasi....
-
Jadi Pengusah jalanya harus A P E S
A= action
jangan hanya di fikirkan segera action,
P= Problem
Setiap tindakan pasti ada dampak yg di timbulkan
stlah action timbul masalah dari kurang modal,nggak laku,banyak competitor,banting"an harga, sampai di lingkungan kerja karyawan yg korup dlll
E =Evaluasi
seminggu/sebulan sekali evaluasi baik dari masalah yg timbul, pencapaian target, kinerja karyawan, saran kritik dari pelanggan dll
S= Solusi
hidup berpasang"an ada siang ada malam ada masalah PASTI ada solusi . Ingat Alloh tdk menguji kita dg ujian yg berat melainkan sudah di ukur dg kemampuan kita
teman" sudah action,, dg membuka server, ayoo semangat u pengembangan mudah "an 2020 masayarakat Indonesia jadi pengusaha semua,,,, kita IMPOR karyawan dari Luar Negri
nah ini, jadi saya bisa bikin pertanyaan :) manajemen keuangan dan karyawan yang bagus kaya gimana ya kang?
-
nah ini, jadi saya bisa bikin pertanyaan :) manajemen keuangan dan karyawan yang bagus kaya gimana ya kang?
pertanyaan yang sama ,
sampai saat ini pembukuan keuangan dan perhitungan saya , saya ilai kurang baik ,,
masih belum menggunakan cara yang mungkin orang akuntansi bilang benar ,
tolong di share seniorku,
jika ada yg berkenan mengajarkan via pm atau ym
trims
-
Yang kami takutkan ternyata adalah sebuah peluang untuk lebih maju dan berkembang...
Syukran..